
Ajari aku mendeteksi cinta…..
Apakah itu jatuh cinta,…
Saat hati begitu gulana dan ingin mengekspresikannya
Apakah itu cinta
Ketika keinginan bertemu denganNya memutar langkah dari kelaziman perintah
Mampukah
Mahalnya nilai pertolongan
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah,
niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
Q.S.Muhammad : 7
Suatu hari sebuah nomor yang tidak saya kenal mengirimi sebuah pesan singkat. Setelah salam ia bertanya apakah saya fulanah yang berasal dari Jambi. Pesan itu baru terbaca pada hampir pukul sebelas malam. Saya tidak tahu siapa beliau dan tidak dapat memastikan beliau seorang pria atau wanita. Saya hanya khawatir jika beliau sangat membutuhkan jawaban saya saat itu. Akhirnya saya tetap membalasnya “Mohon maaf, saya baru saja membuka hp, benar saya Fira. Tapi mohon maaf, jika berkenan dan ada yang dapat saya bantu, mohon menghubungi kembali besok pagi setelah jam enam. Saya ada kelas. Terima kasih atas pengertiannya.”
Pukul enam pun berlalu. Dan tidak ada sebuah pesan pun yang masuk. Saya berusaha positif thinking, mungkin saja beliau masih sibuk. Saya tidak ingin berfikir kalau ini adalah diantara pesan iseng yang sering saya dapatkan. Ternyata benar, beberapa saat kemudian nomor itu kembali mengirimi pesan. “mohon maaf sebelumnya jika menganggu, tapi saya memang ingin meminta tolong.” Ternyata beliau membutuhkan buku yang hanya ada di perpustakaan salah satu fakultas di UGM, Perguruan Tinggi tempat saya kuliah dan sebuah kampus yang juga beliau sebutkan. Setelah memberi jawaban, iya.insya Allah saya bisa membantu, saya pun bertanya dengan siapa saya sedang ber SMS an. Ternyata beliau adalah orang yang dulu banyak membantu saya berkonsultasi tentang legislatif kampus ketika saya masih kuliah di S1.
Saya langsung berfikir bagaimana cara memperoleh buku itu dengan bantuan orang-orang disekitar saya. Akhirnya saya meminta pertolongan pada adik se-asrama yang kebetulan kuliah di fakultas yang bersangkutan. Beliau menyanggupi. Alhamdulillah. Tapi memang sulit rupanya meminta pertolongan pada orang yang berjiwa pedagang. Mungkin ini negatif thinking saya saja. Tapi setelah saya coba untuk muhasabah, mengapa begitu sulitnya harapan mendapatkan pertolongan itu akan terealisasi, saya jadi berfikir, mungkin karena yang dimintai tolong tidak pernah merasa di tolong.
Boleh dikatakan perasaan ini dialami oleh banyak orang. Hanya orang-orang yang lurus hatinya saja yang tidak mempermasahkan ini. Dia hanya berfikir bahwa apa pun fasilitas yang Allah berikan, haruslah menjadi jalan kemudahan bagi orang lain. Saya ingat suatu hari ada seseorang yang begitu mudahnya memberikan pertolongan mengatakan “mbak, bukankah ketika kita meringankan beban saudara, maka Allah akan meringankan beban kita?!” Subhanallah. Masih ada di dunia ini jiwa-jiwa seperti ini. Memberikan pertolongan tanpa pamrih, kecuali hanya dengan keikhlasan mengharap keridhaan Tuhannya.
Saya jadi berfikir, bagaimana dengan konteks menolong agama Allah? Bolehkah kita melebarkan makna dengan mengatakan, bahwa setiap hal baik yang Allah ridho padanya, tidak dalam rangka melaksanakan kemaksiyatan pada Allah, adalah bagian dari menolong agama Allah? Bolehkah jika kita katakan, bahwa membuat sunnah hasanah dengan melestarikan jiwa saling meringankan beban orang lain, adalah juga menolong agama Allah? Bolehkah jika katakan bahwa menolong agama Allah bukan hanya berdakwah dalam forum-forum dan berjihad dalam peperangan? Jika kita berjihad mendarmakan diri kita demi jalan kemudhan bagi orang lain, apakah itu bagian dari menolong agama Allah?
Jika jawaban yang kita dapatkan adalah “iya”, maka mengapa kita tidak menjadi cerdas membidik amal-amalan yang mudah kita lakukan dan bermanfaat besar bagi orang lain? Hanya hati kita bisa menjawabnya. Rasa egois adalah bagian dari diri kita. Wajar jika kita akan membuat banyak alasan untuk menguatkan sikap kita. Atau malah kita katakan bahwa itu adalah bagian dari hak asasi manusia. Adalah hak saya untuk menolong atau tidak. Na’udzubillahi mindzalik.
Semoga Allah menjaga qolbu kita dari sikap kikir, bahkan pada hal yang kecil sekali pun. Wallahu a’lam bishowab.
Muhasabah di awal Dhuha, Rabu 24 Juni 2009
13 Mei 2009
(diiringi lantunan penuh asa Izzatul Islam, Sang Murrobi dan linangan kebahagiaan tak tertandinggi)
Ya Allah izinkan aku kembali
Izinkan aku berbuat
Izinkan aku menikmati jalan para pewaris nabi dan jadikan aku ada diantaranya.
Izinkan dzikir-dzikir penuh kerinduan ini mengalun dalam derasnya butir-butir kebahagiaan
Saat jiwa-jiwa tercerahkan,
saat pilar-pilar keagungan-Mu menjulang di seantero pelosok negeriku.
Izinkan aku tak hanya bernostalgia dengan semua kenangan ini.
Biarkan aku menikmati lagi perjalananku yang sesungguhnya.
Perjalanan hamba yang merindukan senyum Tuhannya.
Perjalanan yang membuatku tersenyum dengan sepenuh jiwaku.
Senyum kedmaian yang bahagian yang tiada terperi dalam tiap detak jantung yang hanya berharap ridho-Mu.
Kuatkan ia ya, Allah…
‘Azzam yang masih tersimpan dalam relung dan palung jiwaku terdalam.
Apa lagi yang kuharap selain senyum-Mu, Rahiim.
Biarlah rasa kesendirian ini pergi dan berganti dengan kebangkitan generasi rabbani yang hadir dari perantara duta-Mu ini.
Sang Murrobi
Ribuan langkah kau tapaki
Plosok negri ku sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu………..
Terik matahari tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai tak lunturkan ‘azzammu
Ragakan terluka tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu
Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu……………
Duhai pewaris nabi duka fana tak berarti
Surga kekal nan abadi
Balasan ikhlas di hati
Cerah hati kami kau semi nilai nan suci
Tegak panji illahi bangkit generasi rabbani.
Semoga Allah mengabulkan doaku di ujung pagi ini. Dan biarkan para malaikat mengamininya. Dan biarkan aku bertemu dengan keindahan wajah Rabbku….
Amiin ya rabbal ‘alamin.
Asma Amanina, di ujung pagi bersama Tinjauan pustaka tesisku.10:50
Bismillah……….
Astaqhfirullahal ‘adzim.
Ya Allah….betapa banyak dosa yang sudah kulakukan hari ini. Mungkin juga karena aku jika seseorang harus melalaikan-Mu. Meski aku tahu, semalam ustadz Syatori menyampaikan bahwa baik buruknya seseorang tidak dipengaruhi seutuhnya oleh orang lain pun komitmennya. Jika pun ada itu hanya 15 % nya saja.
Astaqhfirullahal ‘adzim.
Ya Allah….betapa bodohnya diri ini. Mungkin karena ketidaksempurnaan ilmuku yang membuat orang lain tidak menerima informasi dengan jelas, gamblang dan shahih. Meski aku tahu, semua orang tidak bisa di ajak bicara dengan cara dan ilmu yang ilmiah, dan inginnya dengan bahasa yang mudah dan praktis. Oh, berarti aku harus belajar ilmu cara menyampaikan bahasa hukum ke dalam bahasa masyarakat awam……………
Alhamdulillah,…
Ya Allah….hari ini aku belajar berbicara dengan bahasa yang sederhana, tenang dan menguasai konsep.
Ya Allah, aku juga belajar tentang pentingnya membangun konstruksi hukum yang tidak terburu-buru. Dijelaskan, dituliskan, dipahamkan.
Ya Allah, hari ini aku juga belajar menjadi seorang ibu yang siap dan tangguh. Punya planning saat akan melaksanakan sesuatu hingga tidak melanggar hak-hak menemui-Mu. Menyiapkan perlengkapan anak saat bepergian, hingga tidak menajiskan ibunya saat hendak shalat.
Aku juga belajar menjadi ibu yang tidak over protected pada anak. Menanamkan sikap mandiri dan percaya diri anak agar tidak bergantung pada ibunya. Bukan karena kesibukannya nanti dengan pekerjaan, tapi agar anakku tumbuh menjadi jundi yang kuat dan tidak “cemen”. “Ayo mujahid kecil, katakan engkau jundi yang lebih dicintai Allah karena KUAT”.
Ya Allah, antara senang, sedih dan merasa berdosa yang sangat. Karena aku ceroboh hari ini. Sampai buku agenda seorang Bapak terbawa dalam tasku….oh….Bapak maafkan aku….
Lucu banget sich kisah hari ini.
TRAGIS…!!!!!!
Mau tahu cerita selengkapnya ? hubungi :08……… :)……….dah dulu ah…mau mandi..O_O tapi Ruri juga mau mandi, yo wes duluan aja…………..tak Al Ma’tsuratan dulu.
Maghrib di Asma Amanina, 16 Mei 2009
Jujur aku tidak mau mengingat hari ini, AKU MALU…
21 April 2008
Bismillahirrahmanirrahim.
Mbak, hari ini adalah moment kebangkitan wanita-wanita
Sender
Mamy Q
21 April 2008
06:53:47
Air mataku menyesakkan kedua kelopak mata, dan akhirnya tumpah juga.
Saat aku bangun 1/3 malam tadi dengan badan yang masih lelah, aku berharap bisa memulai hari ini dengan semangat. Kubunuh rasa malas dan kucoba berwudhu dengan cinta